Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 12 Maret 2014

tanggal 1 Oktober merupakan hari bersejarah yang mungkin sudah dilupakan oleh beberapa orang di Indonesia. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, kita pun seakan terbius untuk melupakan sejarah yang penting dalam terbentuknya negara ini. Tepat pada hari ini diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Hari Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa Gerakan 30 September (G.30.S./PKI) pada tanggal 30 September 1965. Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Pada saat itu setidaknya ada enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun, berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka, tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.
62pancasila
Sebagai Warga Negara Indonesia, dalam rangka Hari kesaktian Pancasila ini sebaiknya kita mengingat lagi isi dari Pancasila dan mendalami makna yang terkandung di dalamnya agar jiwa Nasionalisme pada diri kita tidak luntur terbawa arus zaman yang semakin modern sehingga sejarah sudah banyak dilupakan. Beberapa makna dari Pancasila yang harus kita ingat ialah:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna sila ini adalah: Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Makna sila ini adalah: Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. idak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Persatuan Indonesia
Makna sila ini adalah: Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rela berkorban demi bangsa dan negara. Cinta akan Tanah Air. Berbangga sebagai bagian dari Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Makna sila ini adalah: Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Makna sila ini adalah: Bersikap adil terhadap sesama. Menghormati hak-hak orang lain. Menolong sesama. Menghargai orang lain. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
Dalam menjaga Kesaktian Pancasila, ada banyak hal penting yang dapat kita lakukan sebagai Warga Negara Indonesia. Salah satunya adalah mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa ini dengan tindakan nyata yang bernilai positif dimulai dari hal-hal terkecil. Untuk memaknai kesaktian pancasila itu semuanya harus dimulai dari diri sendiri, karena hanya dengan itu kita mampu menjadi bangsa yang berjati diri sehingga apapun masalah bangsa ini mampu menjadi tantangan bagi kita untuk menjaga kesucian dan kesaktian pancasila.

0 komentar:

Posting Komentar